Sabuk Pengaman

Sabuk Pengaman Tiga Titik, Inovasi Brilian Yang Hampir Satu Abad

Sabuk Pengaman Merupakan Komponen Serta Fitur Keamanan Wajib Yang Harus Di Miliki Dan Tersematkan Pada Kendaraan Roda Empat. Nama lain yang di kenal dari fitur keselematan ini yaitu seat belt maupun safety belt. Fungsinya sendiri yang cukup krusial pada keadaan darurat, membuat keberadaan teknologi keselamatan ini sangat penting di miliki sebuah kendaraan. Kendaraan yang umumnya memiliki safety belt ini yaitu mobil pribadi berpenumpang Sabuk Pengaman.

Bahkan sekarang, hampir seluruh kendaraan dengan jumlah empat roda keatas tersemat sistem keamanan sabuk ini. Seperti truk bermuatan, truk pengangkut barang, hingga transportasi pesawat terbang menggunakan fitur keselamatan safety belt ini. Sabuk ini, melindungi pengemudi kendaraan dari cedera ringan hingga fatal pada kondisi darurat seperti kecelakaan. Seat belt, akan menahan tubuh seseorang tetap berada di kursi atau setidaknya tidak terlempar terlalu jauh hingga mengakibatkan cedera yang parah Sabuk Pengaman.

Terciptanya Fitur Keselamatan Sabuk Pengaman

Terciptanya Fitur Keselamatan Sabuk Pengaman ini di pelopori dan di kembangkan oleh George Cayley. Yang mana ia merupakan seorang insinyur berkebangksaan Inggris yang membantu pengembangan fitur keselamatan bagi pilot pesawat glider pada tahun 1800an. Proyek yang di kerjakannya tersebut merupakan awal mula dari terciptanya seat belt yang kemudian di gunakan pada mobil mobil modern. Namun, orang pertama yang mematentkan teknologi keselamatan tersebut pada kendaraan roda empat bukanlah Cayley. Melainkan Edward J. Calghorn pada tahun 1885 yang mana ia menerapkan fitur keselamatan tersebut pada mobil taksi di kota New York.

Ia berhasil mengembangkan dan mengimplementasikan sabuk pengaman tersebut akibat munculnya rasa khawatir yang menyelimutinya. Rasa khawatir tersebut di dasari oleh banyak kasus kematian akibat kecelakaan yang membuat tubuh pengemudi maupun penumpang yang terlempar keluar dari kendaraan. Dan juga cedera fatal yang di alami oleh pengemudi maupun korban yang terjadi akibat tubuh maupun kepala yang menghantam objek keras saat terjadinya kecelakaan.

Pengembangan Tiga Titik Yang Tidak Di Patenkan

Tidak butuh waktu yang lama bagi Nils Bohlin dan Volvo untuk melakukan implementasi dan penerapan pada mobil mereka. Yang mana keberhasilan dari implementasi tersebut merupakan penyempurnaan yang mereka lakukan. Lebih hebatnya lagi, Pengembangan Tiga Titik Yang Tidak Di Patenkan oleh Volvo dan Nils Bohlin memberikan dampak yang lebih massif bagi dunia otomotif. Mereka mempersilahkan pabrikan lain untuk mengadopsi fitur yang mereka kembangkan. Sebagai informasi, sebelum safety belt tiga titik di temukan, sabuk dua titik sebelumnya mengguankan rancangan sabuk yang tersemat pada dua titik. Yang mana kedua titik tersebut di hubungkan oleh sabuk yang memiliki gasper seperti ikat pinggang untuk mengamankan tubuh pengemudi.

Pada seat belt tiga titik, terdapat penambahan titik yang terletak pada bagian atas bahu pengemudi. Hal ini lebih memberikan efek penahan yang lebih baik bagi tubuh pengemudi jika terjadi kecelakaan. Penggunaan gasper di hilangkan yang di gantikan dengan sistem klik yang sifatnya mengunci pada titik lain.

Jangan Menganggap Remeh Fitur Ini

Kebiasaan seperti yang di lakukan pengendara motor. Yang mana ketika berkendara dengan tujuan yang tidak terlalu jauh sehingga tidak menggunakan helm atau pelindung kepala. Begitupun juga terjadi pada beberapa pengemudi mobil. Seperti yang di katakan di atas, beberapa pemiliki kendaraan ini menganggap fitur ini tak lebih dari aksesoris.

Sehingga keberadaannya tidak terlalu penting untuk di gunakan. Jika di telaah, pengemudi atau siapapun tidak mengetahui apa yang akan terjadi kepada dirinya selama berkendara. Maka dari itu, Jangan Menganggap Remeh Fitur Ini karena bisa saja dengan jarak tempuh yang dekat tersebut Anda dapat terselamatkan dari kejadian yang mengancam nyawa Sabuk Pengaman.